125x125 Ads

jasa keamanan jasa pengamanan jasa satpam jasa security outsourcing security pendidikan satpam perusahaan satpam SOP satpam seragam satpam
Home » » Satpam Tak Mau Hormat, Ditembak Oknum Brimob Yang Suka Mabuk dan Minta Jatah

Satpam Tak Mau Hormat, Ditembak Oknum Brimob Yang Suka Mabuk dan Minta Jatah

Satpam Ditembak Brimob

Bachrudin (30) warga Ciledug, Tangerang, petugas keamanan Seribu Ruko Blok L Galaxy, Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, ditembak dari jarak dekat oleh Briptu W, seorang anggota Brimob Polri Selasa (5/11/2013) malam.

Kejadian bermula ketika Briptu W melintas di TKP bertemu dengan korban, pelaku menegur korban karena tidak hormat. Pelaku kemudian menyuruh korban yang baru tiga bulan bekerja di sana untuk melakukan push up sebagai hukuman. Karena korban tidak merasa bersalah, korban tidak mau melakukan. Melihat hal itu, pelaku marah dan menembak korban dari jarak sekitar setengah meter. Korban langsung terjatuh dan tewas di tempat. Korban ditembak di depan ruko kantor Panin Bank berjarak sekitar 100 meter dari Pintu III Seribu Ruko.

Satpam Ditembak

Seusai kejadian, pelaku menuju Depok dan melaporkan kejadian tersebut ke Provos Mako Korbrimob. Pelaku juga sempat ditahan di sel Provos Korbrimob dan menjalani pemeriksaan sementara di sana. Rencananya, ia akan diserahkan ke penyidik Polres Jakarta Barat untuk diproses secara hukum. Sementara korban pada pukul 21.30 WIB dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi.

Briptu W sering mendatangi kompleks ruko tersebut. Pelaku kerap datang dalam kondisi mabuk untuk meminta jatah. Seorang rekan korban bernama Lorent (22) mengatakan, pelaku sudah dikenal oleh satpam-satpam lain di kompleks ruko tersebut. Menurut Lorent, pelaku sering datang ke sana dan meminta jatah uang ataupun minuman keras. Pelaku juga dikenal menguasai kawasan itu. Ia meminta satpam di kompleks ruko tersebut untuk patuh kepadanya. "Sudah lama dia merasa jagoan di sini. Security harus hormat saat dia lewat. Kalau tidak, dia pasti akan marah," jelas Lorent.

Arogansi Aparat

Ketua DPR Marzuki Alie mengusulkan agar semua anggota kepolisian yang diberikan senjata api untuk menjalani tes kejiwaan secara berkala. Langkah itu harus dilakukan agar tidak ada lagi polisi yang menggunakan senjatanya untuk melukai, bahkan membunuh warga. Marzuki mengatakan, hasil tes kejiwaan berguna sebagai rekomendasi apakah anggota tersebut layak diberikan senjata api atau tidak. Jika tidak layak, maka senjata api (senpi) perlu ditarik. Pasalnya, anggota Polri dipersenjatai untuk melindungi masyarakat, bukan untuk mengintimidasi atau membunuh warga. Apalagi mitra kerjanya, SATPAM.

Arogansi Brimob
Brimob Tembak Satpam

0 comments:

Post a Comment

 

01/08/2010 • SATPAM GAUL | Jasa Security Keamanan Satpam PengamananJoas Duma, Powered Blogger | AgriPest