125x125 Ads

jasa keamanan jasa pengamanan jasa satpam jasa security outsourcing security pendidikan satpam perusahaan satpam SOP satpam seragam satpam
Home » » Supervisor Sebagai Pemimpin

Supervisor Sebagai Pemimpin

Supervisor sebagai Manager Lini Pertama atau Manager Operasional memiliki peran yang berbeda dengan peran Manager Madya dan Manager Puncak. Sebagai Manager Operasional, Supervisor menjadi penghubung antara bawahan dan atasan. Karena itu seorang supervisor dapat dikatakan mampu bekerja secara efektif jika dia telah menjalankan fungsinya dalam mencapai sasaran efektif jika dia telah menjalankan fungsinya dalam mencapai sasaran pekerjaannya secara bertanggungjawab. Kemampuan dan ketrampilan kepemimpinan yang dapat memotivasi anak buahnya sangat diperlukan.

KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN

Pada intinya kepemimpinan adalah : Proses mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Banyak orang memiliki pemahaman yang salah tentang kepemimpinan, mereka mengartikan kepemimpinan sebagai kemampuan mencapai kedudukan bukan untuk mendapatkan pengikut. Setelah mereka memperoleh kedudukan, pangkat dan jabatan mereka berpikir bahwa mereka sudah menjadi seorang PEMIMPIN.

Ada pepatah kepemimpinan yang mengatakan bahwa :
"Dia yang berpikir bahwa dia memimpin dan tidak seorangpun mengikutinya - hanya berputar-putar"
Dalam memimpin bawahan, supervisor harus tetap berpegang pada sasarannya: Kuantitas, Kualitas, dan Efisiensi Biaya.

Apa bedanya dengan konsep manajemen?
Konsep manajemen adalah mencapai sasaran melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengendalian sumber daya yang ada. Jadi intinya melalui orang lain program dan tujuan organisasi terselesaikan.

Sedangkan kepemimpinan berhubungan dengan melontarkan wawasan dan memotivasi orang lain. Jadi seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan pribadinya dapat disebut sebagai seorang pemimpin. Contohnya pada saat Anda bisa mempengaruhi teman-teman Anda untuk pergi memancing bersama.

Tetapi kepemimpinan yang dimaksud disini adalah kepemimpinan dalam suatu organisasi, yaitu kemampuan/proses mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk bersama-sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam organisasi/perusahaan. Kaitan kepemimpinan dengan manajemen terletak dalam fungsi penggerakkan. Inti penggerakkan adalah kepemimpinan. Kemampuan memimpin bukan dilahirkan tetapi dapat diajarkan dan dikembangkan. Seorang pemimpin akan setuju dengan kata bijak ini:
"Saat Anda berhenti belajar, Anda berhenti untuk memimpin"

KEPEMIMPINAN MOTIVASIONAL

Kepemimpinan yang mencapai sasaran belum dapat dikategorikan sebagai kepemimpinan yang motivasional. Yang dimaksud dengan kepemimpan yang motivasional adalah kepemimpinan yang mampu mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin tanpa ada rasa terpaksa, karena mereka meyadari bahwa apa yang diharapkan pemimpin adalah untuk kepentingan mereka juga.

Sedangkan kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang mampu mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan apa yang diinginkan pemimpin tetapi mungkin disini ada rasa terpaksa karena kebutuhan mereka terabaikan.

Dengan demikian kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai berikut :

P = f (Pr, A, L)

P = Pemimpin
f = Fungsi
Pr = Pribadi Pemimpin
A = Anak buah
L = Lingkungan

SUPERVISOR SEBAGAI PEMIMPIN

Jadi dapat dipahami sekarang bahwa supervisor yang efektif adalah pemimpin yang mampu mempengaruhi anak buah untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan bersama tanpa ada rasa keterpaksaan. Untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang efektif, seorang supervisor harus memiliki tiga ketrampilan dasar untuk menghadapi anak buah :
  1. Mengetahui latar belakang perilaku anak buah: hal apa yang dapat memancing perilaku positif dan perilaku negatif anak buah. Dalam hal ini Anda masih bersikap pasif, belum mengambil suatu tindakan.
  2. Meramalkan perilaku di masa mendatang: Anda harus mampu meramalkan perilaku mereka dalam kondisi tetap atau perubahan kondisi yang cepat. Disinipun Anda masih bersikap pasif.
  3. Mengubah dan mengarahkan perilaku anak buah: Anda secara aktif mempengaruhi dan memotivasi mereka untuk menyelesaikan tugas dan pencapaian sasaran.
Sebagai seorang pemimpin, supervisor melakukan proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengontrolan terhadap anak buah untuk bersama-sama mencapai sasaran yang telah ditetapkan yaitu sasaran kualitas, kuantitas, dan efisiensi biaya.

WEWENANG KEPEMIMPINAN

Tanggung jawab (responbility) yang diemban oleh seorang supervisor untuk mencapai sasaran bersama anak buah tidak akan terwujud tanpa adanya WEWENANG. Wewenang yang diberikan haruslah seimbang dengan tanggung jawab yang diembannya. Wewenang yang dimaksud lebih berkaitan dengan PENGARUH bukan hanya KEKUASAAN (Power)

Supervisor sebagai seorang pemimpin mempunyai potensi untuk menggunakan tiga tipe wewenang pribadinya sebagai alat penggerak orang lain agar mengikutinya (ditambah wewenang struktural sebagai kartu terakhir bilamana perlu). Ketiga wewenang tersebut adalah : Wewenang Arif, Wewenang Moral, dan Wewenang Kharismatik.
  1. Wewenang Struktural (Structural Authority)
    Wewenang formal yang Anda dapat karena menduduki posisi/jabatan dalam peringkat struktural suatu organisasi. Kelemahan dari Wewenang Struktural : Pemimpin cenderung bersifat otoriter/partisipasi kurang.
  2. Wewenang Arif (Sapiental Authority)
    Pengaruh yang dapat mempengaruhi orang lain karena kelebihan Anda dalam pengetahuan serta pengalaman. Kelemahan Wewenang Arif : Karena merasa memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih unggul dari anak buahnya, sering sulit untuk memahami anak buahnya.
  3. Wewenang Moral (Moral Authority)
    Wewenang yang didapat karena terjalin hubungan baik antara pemimpin dengan bawahan. Wewenang ini diperoleh melalui perilaku (behaviour) yang dilandasi oleh rasa hormat, rasa percaya, dan kedekatan dengan atasan. Seorang pemimpin yang jujur, adil, konsisten, komunikatif, mudah ditemui terbuka dan tidak basa-basi akan hampir selalu dihormati berkat kualitas yang dimiliknya, kendati ada kekurangan dalam kemampuan-kemampuan teknis yang tertentu. Kelemahan Wewenang Moral : Wibawa pemimpin yang terlalu baik terhadap anak buah bisa hilang. Mereka sukar untuk menegur anak buah yang melakukan kesalahan dan disiplin bisa menurun.
  4. Wewenang Kharismatik (Charismatic Authority)
    Wewenang yang didasarkan pada kekuatan karakter, kepribadian, wibawa, visi, dan kemampuan Anda untuk mempengaruhi orang lain, melalui penampilan, kemampuan verbal yang menonjol. Kelemahan Wewenang Kharismatik: pemimpin dengan kharisma yang sangat bisa lupa diri dan menjerumuskan anak buah ke dalam tindakan negatif.

Untuk Wewenang Arif dan Wewenang Moral diperlukan waktu untuk berkembang. Wewenang Kharismatik tidak dimiliki semua orang. Dalam bahasa kepemimpinan, kharisma sering diuraikan sebagai kemampuan alami untuk memberi inspirasi dan harapan kepada orang lain agar mengikutinya. Setiap orang yang mempunyai kadar kharisma tertentu, dan kharisma perlu dikembangkan. Beberapa orang menjadi inspirasi bagi Anda, yang lain tidak, dan daftar nama orang yang saya kagumi tidak sama dengan yang Anda miliki.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap tipe wewenang memiliki kelemahan. Jadi tipe manakah yang paling baik tergantung pada pribadi pemimpin itu sendiri, anak buah dan lingkungan.

0 comments:

Post a Comment

 

01 Agustus 2010 • SATPAM GAUL | Jasa Security Keamanan Satpam Pengamanan • Design by Joas Duma